Serem banget gila.
![]() |
| image via http://justwrite.info/ |
Hari ini, tepat beberapa minggu setelah virus ini mengisi ruang di jagad dunia, pemberitaan, dan viral dibeberapa kanal sosmed. Tentu, aku juga merasa sedikit cemas, soalnya jadi gak bisa kemana-mana.
Endemi menjadi Pandemi, begitu kata WHO, virus yang namanya bahkan lebih keren dari nama username Mobile Legend aku. Ya, COVID-19. Terkesad angkuh, ganas, dan mematikan. Sepertinya, tiernya dia udah mythic, legend, wadidaw, ahay, gitu. Dia bisa ngerusak sistem pernafasan.
Untungnya, masa inkubasinya cukup panjang, dan ternyata virus ini bisa dilawan dengan kekuatan dari dalam (jadi inget spongebob), kesehatan tubuh yang maksimal, dan do'a yang tak henti. Sungguh, dibalik kesulitan ada kemudahan.
Ditengah sedang bergerilyanya si kecil ini, masih banyak yang belum sadar bahkan ngeyel, bandel, dan baredegong, acuh aja sama himbauan dari pemerintah, tenaga medis, dan pihak terkait. Alhasil penyebaran si kecil tak terlihat dengan mata ini jadi makin masif. Adapun, kalo yang bandel-bandel itu tau protokol kesehatannya, sebenernya gampang aja. Tapi begitulah, manusia penuh dengan ego yang tak dapat dipungkiri.
Karantina wilayah dan isolasi diri, merupakan kunci. Tak hanya untuk meredam, tapi juga untuk tidak mengancam diri sendiri dan banyak orang juga keluarga. Dengan tidak mudik misalnya, atau pun kalo mudik dilakukan dengan rencana. Sehingga gak membawa corona, tapi membawa bahagia. Namun tidak dinyana, kita sayangnya ada di Indonesia :)
Indonesia sayang sekali, saat ini, masih minim fasilitas kesehatan, minim kesadaran, dan rasa peduli yang tinggi. Dimana contoh kecil, sembako sampe masker ditimbun, dan bahkan hand sanitizer naik-naik ke puncak harga tertinggi. Sungguh manusia kenapa sih? Lupakan krisis ekonomi, toh terjadi di seluruh dunia di bumi ini.
Apa yang harus dilakukan? Kalo aku, ikutan anjuran atau himbauan pemerintah dengan gerakan #diRumahAja, yang tersisa memang jarak, tapi yang bertambah adalah dampak. Dengan berdiam diri di rumah, kita udah membantu memutus rantai penyebaran virus mematikan ini.
Ditengah sedang bergerilyanya si kecil ini, masih banyak yang belum sadar bahkan ngeyel, bandel, dan baredegong, acuh aja sama himbauan dari pemerintah, tenaga medis, dan pihak terkait. Alhasil penyebaran si kecil tak terlihat dengan mata ini jadi makin masif. Adapun, kalo yang bandel-bandel itu tau protokol kesehatannya, sebenernya gampang aja. Tapi begitulah, manusia penuh dengan ego yang tak dapat dipungkiri.
Karantina wilayah dan isolasi diri, merupakan kunci. Tak hanya untuk meredam, tapi juga untuk tidak mengancam diri sendiri dan banyak orang juga keluarga. Dengan tidak mudik misalnya, atau pun kalo mudik dilakukan dengan rencana. Sehingga gak membawa corona, tapi membawa bahagia. Namun tidak dinyana, kita sayangnya ada di Indonesia :)
Indonesia sayang sekali, saat ini, masih minim fasilitas kesehatan, minim kesadaran, dan rasa peduli yang tinggi. Dimana contoh kecil, sembako sampe masker ditimbun, dan bahkan hand sanitizer naik-naik ke puncak harga tertinggi. Sungguh manusia kenapa sih? Lupakan krisis ekonomi, toh terjadi di seluruh dunia di bumi ini.
Apa yang harus dilakukan? Kalo aku, ikutan anjuran atau himbauan pemerintah dengan gerakan #diRumahAja, yang tersisa memang jarak, tapi yang bertambah adalah dampak. Dengan berdiam diri di rumah, kita udah membantu memutus rantai penyebaran virus mematikan ini.
Tak lupa, bersama dengan tempat aku berkuliah, kita disini, mungkin juga kamu udah menerapkan kuliah online yang ternyata gak mudah sama sekali. Bayangkan! Tiap dosen menghampiri kamu, memberikan tugasnya, dan hampir setiap hari, ngeri.. ada bencana di dalam bencana.
Sesekali aku membaca artikel, berita, hasil penelitian, skripsi, karena sial udah nyusun proposal aja nih, mana jadi anak sejarah itu mumet gak tertandingi, curhat. Coba bayangkan lagi, kamu harus kembali ke masa lalu kemudian menuliskan apa yang terjadi pada saat itu dan itu kadang bikin frustasi, karena gak bisa ngarang bebas seperti nulis laporan perjalanan. Ditambah fakta dan data yang harus akurat membuat daku mengerenyut dahi. Tapi tidak lupa menonton, itu seperti asupan nutrisi. Apaan dah.
Melupakan soal kerumitan, kebosanan, dan kengehe'an hidup di rumah aja, kapan lagi kan dengan hanya nonton netfl*x misalnya, atau ifli* yang gratisan, kita bisa menjadi pahlawan? Bener, hari ini saatnya.
Sesekali aku membaca artikel, berita, hasil penelitian, skripsi, karena sial udah nyusun proposal aja nih, mana jadi anak sejarah itu mumet gak tertandingi, curhat. Coba bayangkan lagi, kamu harus kembali ke masa lalu kemudian menuliskan apa yang terjadi pada saat itu dan itu kadang bikin frustasi, karena gak bisa ngarang bebas seperti nulis laporan perjalanan. Ditambah fakta dan data yang harus akurat membuat daku mengerenyut dahi. Tapi tidak lupa menonton, itu seperti asupan nutrisi. Apaan dah.
Melupakan soal kerumitan, kebosanan, dan kengehe'an hidup di rumah aja, kapan lagi kan dengan hanya nonton netfl*x misalnya, atau ifli* yang gratisan, kita bisa menjadi pahlawan? Bener, hari ini saatnya.
Waktunya kita berubah menjadi baik dan lebih baik. Produktif meski hanya WFH (Work From Home). Dan, kapan lagi dapet kesempatan istirahat berkualitas, sambil melakukan aktivitas yang gak bisa dilakukan pada hari-hari biasanya. Yup, rebahan sambil main game, rebahan sambil baca-baca buku, rebahan sambil chat doi (kalo ada), rebahan sambil membantu mengirimkan donasi, dan rebahan sambil mendoakan situasi segera kembali.
Menjadi bagian dari sejarah, sebab sejarah itu unik, peristiwa ini unik dan menarik. Sehingga kesempatan bagi kita semua untuk jadi bagian dari sejarah manusia berikutnya, akan ada cerita untuk anak dan ucuc kita dimasa depan, keren kan? Aniway, rebahan salah satunya.
Hari ini dan sampai saatnya tiba, adalah saatnya kita, rebahan aja..
Menjadi bagian dari sejarah, sebab sejarah itu unik, peristiwa ini unik dan menarik. Sehingga kesempatan bagi kita semua untuk jadi bagian dari sejarah manusia berikutnya, akan ada cerita untuk anak dan ucuc kita dimasa depan, keren kan? Aniway, rebahan salah satunya.
Hari ini dan sampai saatnya tiba, adalah saatnya kita, rebahan aja..

32 comments
Moga virus ini cepetan berakhir Ya Allah ~~
Wah.. jurusan sejarah juga ya Mas, kalo gitu kita sama, saya juga alumni dari jurusan Pendidikan Sejarah. Salam kenal Mas. 😊
Wah serius?? Kereen wkwk salam kenal juga mas
Harusnya memang digratiskan lah ini internet..ha
Saya berdoa semoga pandemi cepat berakhir, karena kasian orang-orang yang perlu cari uang apalagi sampai kehilangan pekerjaan karena pandemi corona. Dan semoga masyarakat lebih mau mendengar pemerintah untuk stay di rumah saja apabila nggak ada keperluan di luar, agar bisa membantu penyebaran pandemi terputus secepatnya :)
Jangan lupa olahraga ya mas, jangan rebahan saja heheee
Gabung, eh# jadi team rebahan asik juga sih tapi jugaa .. boseen 😀.
Pengin rasanya bentaran doang keluar rumah,tapi .. takut juga ntar malah kena tegur satpol pp.
Parahnya lagi kalo tetiba saja direkam kamera dan ditayangkan di televisi dengan berita 'ini nih salah satu orang bandel yang masih juga keluyuran' ... Hahahaa .., kan malu yaaa kalo sampai beneran kayak gitu 😅🤭
-Ariel W. Saputra
Hanya sayang tidak barengi dengan kebijakan lainnya
Sehingga yang terjadi, pemutusan hubungan kerja
Akhirnya, jadi soal perut. Orang mulai merasakan stress buat kebutuhan keseharian.
Kalau liburan yah emnk jadwalnya selalu rebahan.. wkwkw kangen sebenernya,kangen temen2.. biasanya kalau libur selalu ada aja yg ngeramein rumah.. skrang mahh sepiii..